Seminar Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia Dalam Pelaksanaan Konservasi Energi Pada Bangunan Gedung

Pelaksanaan konservasi energi pada hakekatnya tidak harus dimulai dengan biaya yang tinggi, tetapi cukup dengan merubah perilaku dalam kehidupan sehari-hari dengan kesadaran penuh bahwa sumber energi yang kita miliki semakin terbatas dan memerlukan biaya tinggi untuk menciptakan energi tersebut. Pemahaman dini terhadap pelaksanaan konservasi energi pada akhirnya akan dapat membentuk awareness terhadap pentingnya konservasi energi dan tergerak untuk meningkatkan kemampuan dirinya dalam pelaksanaan konservasi energi.

Bersama dengan itu, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Pusat Diklat KEBTKE) menyelenggarakan “Seminar Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia dalam Pelaksanaan Konservasi Energi Pada Bangunan dan Gedung” di Provinsi Banten pada tanggal 15 Juni 2015.



Seminar yang diselenggarakan Pusat Diklat KEBTKE berhasil menjaring 80 peserta yang berasal dari Instansi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Sekolah, Lembaga Profesi, Perusahaan Swasta yang tersebar dari berbagai daerah di Banten dan sekitarnya.

Seminar ini juga bertujuan dapat “memperpanjang tangan” Pemerintah dalam melaksanakan kebijakan penghematan energi dan juga dapat memberikan masukan untuk pengembangan kurikulum pendidikan yang memberikan muatan bidang konservasi energi, khususnya di Provinsi Jambi. Kegiatan seminar tersebut dibuka langsung oleh Kepala Pusdiklat KEBTKE, Dra. Indriyati, M.M.
Dalam kegiatan seminar tersebut, berhasil dicatat beberapa point  penting, yaitu :
1.    Pelaksanaan Konservasi Energi menjadi tanggung jawab bersama yaitu Pemerintah, Swasta dan Masyarakat.
2.    Sudah saatnya kita merubah paradigma berpikir kita dalam menggunakan energi sesuai dengan kaedah konservasi energi.
3.    Pemerintah telah mengeluarkan banyak kebijakan tentang konservasi energi walaupun dalam pelaksanaan masih menemui beberapa kendala.
4.    Sinergisitas Kementerian ESDM dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memfasilitasi pendidikan dalam konservasi energi.
5.    Kebijakan pemerintah akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila mendapat dukungan seluruh masyarakat Indonesia dimulai dari diri kita dalam melaksanakan konservasi energi.
6.    Program diklat yang diselenggarakan oleh Pusdiklat KEBTKE terbuka untuk dapat diikuti oleh para guru yang pada akhirnya nantinya para guru dapat menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada seluruh anak didik.
7.    Bahwa secara prinsip tanggung jawab pelaksanaan konservasi energi menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM (Ditjen EBTKE dan Pusdiklat KEBTKE) dan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi (Dinas Pertambangan dan Energi) telah berjalan dan bersinergi dengan baik.
8.    Mengingat kebijakan dari Regulasi Pusat – Daerah yang sudah banyak, diperlukan strategi untuk implementasinya.
9.    Perlu memberikan pemahaman kepada instansi terkait audit energi dan evaluasinya.
10.    Perlunya pembentukan Gugus Tugas secara terstruktur dan terpadu Pusat – Daerah.
11.    Perlunya pengaturan bangunan gedung yang mendukung implementasi kebijakan gas rumah kaca.
12.    Perlunya dikembangkan dan diimplementasikan Green School Program, untuk menumbuhkan jiwa dan mengembangkan semangat konservasi oleh peserta didik.

Diharapkan para peserta pada seminar ini, sesuai dengan harapan Kepala Badan Diklat ESDM yang disampaikan pada sesi pembukaan, dapat menjadi Agent of Change (Agen Perubahan) untuk dapat menyebarluaskan informasi yang didapat pada seminar hari ini yang terkait Gerakan Sadar Energi untuk Indonesia yang baik;

INTERNATIONAL TRAINING PROGRAMME ON BIOENERGY DEVELOPMENT

 

 

 

Pusat Diklat KEBTKE bekerja sama dengan NAM-CSSTC, menyelenggarakan Diklat yang bertajuk International Training Programme on Bioenergy Development.  Pelatihan tersebut dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 24 s.d. 31 Agustus 2015 dan dibuka oleh Staff Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Sosial Kemasyarakatan, Kementerian ESDM, Ronggo Kuncahyo. Pelatihan yang bertujuan memberikan pengetahuan secara komprehensif mengenai Bioenergy dalam konteks pembangunan energi di Indonesia ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari perwakilan negara Tanzania, Cuba,  Indonesia, Laos, Myanmar, Pilipina, Thailand, dan Bangladesh.

 

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini mencakup Introduction to Bioenergy, Charateristic and Potency of Feedstock, Teknologi Produksi dan Pemanfaatan Bioenergi, Utilization of Bioenergy, Set Up a Bioenergy Project.

 

Selain diberikan teori, dalam pelatihan ini peserta juga diajak untuk terjun langsung ke lapangan yaitu dengan melakukan kunjungan ke Pasar Buah Gamping di daerah Sleman, produksi micro alga di daerah Cangkringan dan Laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengajar dalam pelatihan ini melibatkan tenaga ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Praktisi Bioenergy.

 

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

 

   
Copyright © 2017 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi. All Rights Reserved.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral