One Hour University Dengan Menteri ESDM Sudirman Said

One Hour University adalah acara yang digagas oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan ESDM di Jakarta sejak tahun lalu dengan menghadirkan pembicara-pembicara lintas sektoral untuk berbagi inspirasi dan motivasi. Kepala Badan Diklat Djadjang Sukarna menjelaskan jika Sudirman Said sengaja dipilih sebagai pembicara pertama untuk mengawali One Hour University di tahun 2016 ini.

 

Sudirman memulai kisahnya dengan menceritakan kehidupannya semasa kecil. Keadaan ekonomi orang tua yang sulit tidak mematahkan semangatnya dalam menempuh pendidikan yang tinggi. Setelah itu, Sudirman mulai menceritakan satu per satu karir profesional yang dilakoni, mulai sebagai auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di tahun 1984 hingga berlabuh di PT Pindad pada 2014 sebelum menjabat sebagai Menteri ESDM sejak 27 Oktober 2014. Sudirman juga aktif di organisasi sebagai Ketua Senat Mahasiswa STAN hingga menjadi salah satu pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) serta Institute for Corporate Governance (IICG).

Dalam pengalamannya memimpin perusahaan atau organisasi tidak selamanya mulus, ia selalu dihadapkan oelh berbagai masalah yang pelik di setiap masa jabatannya termasuk masalah untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

Berbicara tentang organisasi, Sudirman selalu mengatakan bahwa dirinya bukanlah orang yang ahli dalam bidang senjata, energi ataupun akutansi. Dalam setiap posisinya, Sudirman hanya berupaya untuk merubah organisasi tersebut ke arah yang lebih baik yang ia disebut dengan Organization Development (OD) dimana ia belajar tentang cara mengelola perubahan dalam sebuah organisasi.

“Kebetulan dalam sepanjang karier saya, saya berkesempatan mempraktekannya,”  Sudirman menuturkan. Dalam kesempatan One Hour University tersebutia menjelaskan tentang jenis-jenis perubahan dalam organisasi.

Mengakhiri ceritanya, Sudirman menyatakan bahwa dirinya masih terus belajar untuk menjadi pemimpin yang efektif.

“Hidup ini adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti, saya pun masih belajar,” ujar Sudirman.

Ia menyampaikan setidaknya ada lima hal yang patut diterapkan untuk menjadi pemimpin yang efektif. Yang pertama, menurutnya, pemimpin yang efektif menghargai keragaman.

“Cara pandang sekarang menghargai keragaman. Orang mesti beragam untuk bisa memperkuat,”  Sudirman menambahkan. 

Selain itu, pemimpin yang efektif juga memarjinalkan diri sendiri serta memimpin untuk melayani. Efektifitas dalam memimpin dapat terlihat dari tumbuhnya respek pada pemimpin, bukan takut. Sudirman pun menyoroti aspek selanjutnya yang dimiliki oleh pemimpin efektif, yakni kredibilitas.

“Kredibilitas itu merupakan gabungan dari integritas dan kompetensi,” Sudirman menjelaskan.

Acara One Hour University ini rutin diselenggarakan untuk lebih banyak menginspirasi terutama bagi generasi muda.

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

 

   
Copyright © 2017 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi. All Rights Reserved.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral