Roadshow Program Diklat Teknis Manajer Energi Dan Diklat Teknis Uji Laik PLTD Batam

Senin, 29 Juli 2013, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Pusat Diklat KEBTKE) kembali mengadakan kegiatan Roadshow Program Diklat Teknis Manajer Energi dan Diklat Teknis Uji Laik PLTD di Hotel Panorama, Batam, Kepulauan Riau. Penyelenggaraan Roadshow ini dalam rangka implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi.

 

 

Kegiatan Roadshow ini bertujuan menginformasikan regulasi dan kebijakan terkait Uji Laik Operasi PLTD dan Manajer Energi, menginformasikan program diklat unggulan yaitu Diklat Teknis Manajer Energi dan Diklat Teknis Uji Laik PLTD untuk mendukung peranan daerah dan industri meningkatkan kerja sama Pusat Diklat KEBTKE dengan para stakeholders yang hadir di bidang Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi

Dalam kegiatan Roadshow Program Diklat ini, terdapat beberapa materi yang disampaikan oleh narasumber diantaranya, materi mengenai Diklat Teknis Uji Laik PLTD yang disampaikan oleh Ir. JM Sihombing dan materi mengenai Diklat Teknis Manajer Energi yang disampaikan oleh Ir. Titovianto Widyantoro serta Profil tentang Pusat Diklat KEBTKE yang disampaikan oleh Ali Martaka, S.T. selaku Kepala Sub Bidang Kerja Sama dan Informasi.

Setelah narasumber memberikan paparannya, pada sesi diskusi juga dijelaskan jika Sertifikat Laik Operasi (SLO) tidak sama dengan Sertifikasi International Labour Organization (ILO), SLO digunakan untuk memastikan bahwa instalasi sudah memenuhi unsur A3 (Aman, Andal dan Akrab Lingkungan). Perbaedaan antara SLO dengan ILO yaitu, ILO adalah izin usaha penyedia Tenaga Listrik yang dikeluarkan oleh Pemerintah sedangkan SLO adalah sertifikat yang dikeluarkan untuk memastikan instalasi atau pembangkit yang akan digunakan sudah aman atau belum. Dalam sesi diskusi juga dijelaskan jika satu SLO hanya dapat digunakan untuk satu unit saja, jadi jika si pemilik instansi mempunyai 2 atau 3 unit pembangkit listrik, maka instansi tersebut juga wajib mempunyai 2 atau 3 SLO yang dikeluarkan.

Dalam kegiatan ini, peserta juga diberikan kuesioner mengenai program diklat, sehingga melalui kuesioner tersebut dapat diketahui program diklat apa yang paling diminati di kalangan industri khususnya di Batam, Kepulauan Riau.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

 

   
Copyright © 2017 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi. All Rights Reserved.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral