Diklat Teknis Dan Uji Kompetensi Teknisi Instalasi Listrik Penerangan Dan Daya Fasa Satu

 

Perubahan pandangan masyarakat tentang pentingnya faktor keselamatan serta  keandalan sistem tenaga listrik dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan listrik yang aman telah dituangkan Pemerintah Indonesia dalam Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan yang tertuang pada pasal 44,

yang terdiri dari 7 ayat, yaitu : (1) Setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan; (2) Ketentuan keselamatan ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk mewujudkan kondisi: a. andal dan aman bagi instalasi; b. aman dari bahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya; dan c. ramah lingkungan; (3) Ketentuan keselamatan ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. pemenuhan standardisasi peralatan dan pemanfaat tenaga listrik; b. pengamanan instalasi tenaga listrik; dan c. pengamanan pemanfaat tenaga listrik; (4) Setiap instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki sertifikat laik operasi; (5) Setiap peralatan dan pemanfaat tenaga listrik wajib memenuhi ketentuan standar nasional Indonesia; (6) Setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi; (7) Ketentuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan, sertifikat laik operasi, standar nasional Indonesia, dan sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (6) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Adapun maksud ayat 6 di atas adalah bahwa kompetensi seorang pekerja di bidang ketenagalistrikan akan akan menjamin suatu pekerjaan terlaksana dengan baik dan yang paling penting dalam keadaan yang selamat. Namun keselamatan pekerjaan di bidang ketenagalistrikan tidak mutlak ditentukan oleh kompetensi pekerjanya, namun juga ditentukan oleh konstruksi instalasi tenaga listrik itu sendiri.

Keselamatan dalam pekerjaan konstruksi telah dituangkan Pemerintah melaui UU Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi Pasal 23 ayat 2 yang berbunyi “Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keamanan, keselamatan dan keselamatan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi.  Kedua Undang-Undang tersebut di atas bertujuan untuk mendukung terselenggaranya penyediaan tenaga listrik yang berkesinambungan, jumlah yang cukup, harga yang wajar, aman, efisien dan akrab lingkungan untuk kesejahteraan rakyat.

Menindaklanjuti semua hal yang tersebut pada UU Nomor 30 Tahun 2009 pasal 44 dan UU Nomor 18 Tahun 1999 Pasal 23 ayat 2, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Pusdiklat KEBTKE) telah membentuk suatu Badan Sertifikasi Keterampilan (BSK) untuk sertifikasi keterampilan kerja konstruksi dan telah diakreditasi melalui Keputusan Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nomor : 15/KPTS/LPJK/D/II/2011.

Pada tanggal 18 s.d. 23 Maret 2014, BSK-Pusdiklat KEBTKE menyelenggarakan Diklat Teknis dan Uji Kompetensi Teknisi Instalasi Listrik Penerangan dan Daya Fasa Satu di Jakarta. Diklat tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Standar dan Sarana Prasarana Diklat, Sukiman, S.H., M.H. BSK-Pusdiklat KEBTKE memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan dan menerbitkan sertifikat keterampilan tenaga teknik ketenagalistrikan bidang konstruksi khususnya sertifikasi kepada tenaga teknik dengan klasifikasi Teknisi Instalasi Listrik Penerangan dan Daya Fasa Satu Teknisi Instalasi Listrik Penerangan dan Daya Fasa Tiga.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

 

   
Copyright © 2017 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi. All Rights Reserved.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral