Berita

Berita (225)

Pelaksanaan konservasi energi pada hakekatnya tidak harus dimulai dengan biaya yang tinggi, tetapi cukup dengan merubah perilaku dalam kehidupan sehari-hari dengan kesadaran penuh bahwa sumber energi yang kita miliki semakin terbatas dan memerlukan biaya tinggi untuk menciptakan energi tersebut. Pemahaman dini terhadap pelaksanaan konservasi energi pada akhirnya akan dapat membentuk awareness terhadap pentingnya konservasi energi dan tergerak untuk meningkatkan kemampuan dirinya dalam pelaksanaan konservasi energi.

 

Dalam rangka implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2009 tentang Konservasi Energi, Pusat Diklat KEBTKE kembali menyelenggarakan Roadshow Program Diklat pada 29 Agustus 2014. Acara ini diselenggarakan di Grand Jatra Hotel, Balikpapan dan diikuti oleh 50 peserta dari sektor Dinas Pemerintahan, Industri, Perhotelan, Perguruan Tinggi, Rumah Sakit serta Asosiasi.

Dalam rangka mengembangkan biogas, Pusat Diklat KEBTKE kembali menyelenggarakan In House Training Penyuluh Biogas. In House Training ini merupakan program diklat yang ditujukan dalam rangka Capacity Building Pemberdayaan Desa Mandiri Energi yang merupakan implementasi Nota Perjanjian Kerjasama Antara Pusdiklat Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

 

Pusdiklat KEBTKE bekerja sama dengan NAM-CSSTC dan ASEAN Foundation, menyelenggarakan Diklat yang bertajuk Training Community Based Micro Hydro Development.  Pelatihan tersebut dilaksanakan di Surabaya pada tanggal 22– 29 September2013 dan dibuka oleh Kepala Badan Diklat ESDM, Bapak Djajang Sukarna  serta dihadiri oleh Direktur NAM – CSSTC, Esti Andayani.

 


 

Pelatihan yang bertujuan memberikan pengetahuan secara komprehensif mengenai PLTMH dalam konteks pembangunan energi di Indonesia ini dihadiri oleh 16 peserta yang berasal dari perwakilan negara ASEAN, yaitu Malaysia, Singapura, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Pilipina, Thailand dam Vietnam.

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini mencakup Basic Knowledge of Micro Hydro Power, Technical Engginering of MHP, Financial Aspect of MHP, Sosial and Economic Aspect of MHP, Field Study, Preparation of Action Plan, Presentation of Action Plan, dan Post Training Collaboration.

Selain diberikan teori, dalam pelatihan ini peserta juga diajak untuk terjun langsung ke lapangan yaitu dengan melakukan kunjungan ke PLTMH Seloliman. Pengajar dalam pelatihan ini melibatkan tenaga ahli dari Asosiasi Hidro Bandung, GIZ dan Praktisi Micro Hydro.

Pada tanggal 18 Juli 2014 bertempat di Wisma Pusat Diklat KEBTKE digelar acara buka puasa bersama seluruh pegawai Pusat Diklat KEBTKE. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah Pejabat Eselon III, IV, staff, office boy, serta petugas keamanan di lingkungan Pusat Diklat KEBTKE.


Dalam rangka implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2009 tentang Konservasi Energi, Pusat Diklat KEBTKE kembali menyelenggarakan Roadshow Program Diklat pada 25 Juni 2014. Acara ini diselenggarakan di Hotel Mercure, Padang dan diikuti oleh 50 peserta dari sektor Dinas Pemerintahan, Industri, Perhotelan, Perguruan Tinggi, Rumah Sakit serta Asosiasi.

Wakil Presiden Republik Indonesia DR. Boediono didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ir. Jero Wacik SE, pada hari Rabu (4/6), membuka The 3rd Indonesia EBTKE Conference and Exhibition (Indo EBTKE ConEx) 2014 dan Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2014 di Jakarta Convention Centre. Penyelenggaraan EBTKE ConEx 2014 dan IIGCE 2014 ini bertujuan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang energi baru, terbarukan dan konservasi energi secara keseluruhan di taraf nasional maupun internasional, demi mencapai sinergitas antara pihak Pemerintah dan pihak non Pemerintah dalam pengembangan dan pemanfaatan energi bersih dan efisien untuk masa depan Indonesia.

Kebutuhan akan energi di Indonesia semakin meningkat dengan pertumbuhan energi berkisar 8% per tahun, konsumsi energi masih cukup tinggi untuk berbagai kepentingan. Di bidang ketenagalistrikan, pada tahun 2013 dengan total kapasitas terpasang sekitar 47.128 MW dan masih banyak desa yang belum terlistriki, rasio elektrifikasi sekitar 80,51% dan rasio desa berlistrik mencapai 97,80%. Saat ini juga masih terdapat beberapa wilayah yang mengalami krisis listrik.

Kita harus menyadari bahwa menghemat energi jauh lebih memberikan arti dan memberikan dampak signifikan dari pada menyediakan energi itu sendiri. Pelaksanaan konservasi energi pada hakekatnya tidak harus dimulai dengan biaya yang tinggi, tetapi cukup dengan merubah perilaku dalam kehidupan sehari-hari dengan kesadaran penuh bahwa sumber energi yang kita miliki semakin terbatas dan memerlukan biaya tinggi untuk menciptakan energi tersebut. Pemahaman dini terhadap pelaksanaan konservasi energi pada akhirnya akan dapat membentuk awareness terhadap pentingnya konservasi energi dan tergerak untuk meningkatkan kemampuan dirinya dalam pelaksanaan konservasi energi.

Dalam rangka implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2009 tentang Konservasi Energi, Pusat Diklat KEBTKE kembali menyelenggarakan Roadshow Program Diklat pada 30 Mei 2014. Acara ini diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Medan dan diikuti oleh 50 peserta dari sektor Dinas Pemerintahan, Industri, Perhotelan, Perguruan Tinggi, Rumah Sakit serta Asosiasi.

 

   
Copyright © 2017 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi. All Rights Reserved.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral