KEEKONOMIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ATAP

" KEEKONOMIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ATAP "
sri asih

Kamis, 4 Juni 2020

PPSDM KEBTKE selenggarakan Pelatihan “Keekonomian  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.” dilaksanakan pada tanggal 04 - 05 Juni 2020, jumlah peserta 20 orang yang terdiri dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral  Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas ESDM Provinsi Jambi, Dinas PU dan Penataan Ruang (Bidang Energi dan Kelistrikan), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, PT Adyawinsa Electrical And Power, PT PLN Enjiniring, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, GE Renewable Energy, PT PLN BATAM, Total Solar, PT Krakatau Daya Listrik, PT Pertamina Geothermal Energy, BMKG Stasiun Klimatologi Mempawah, PT Sucofindo (Persero).

Adapun materi yang disampaikan terdiri dari PLTS Atap, Hasil Energi PLTS Atap, Pengurangan Tagihan dan Pendapatan Penjualan Energi PLTS Atap, Keekonomian Rooftop PV.

Pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu memahami keekonomian PLTS Atap. Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan memahami: PLTS Atap, Hasil energi PLTS, Pengurangan tagihan dan pendapatan penjualan energi PLTS Atap, dan Keekonomian rooftop PV, serta mampu menjelaskan Konsep Perhitungan Keekonomian PLTS Atap Jangka Panjang (25 Tahun), Metoda Perhitungan, Simulasi Perhitungan.

Laode Sulaeman selaku Kepala PPSDM KEBTKE menyampaikan Kita memiliki sumber daya yg besar untuk matahari atau solar, namun pemanfaatannya masih kecil sekali. Oleh karena itu pemanfaatan solar PV harus terus digencarkan, termasuk pemasangan solar PV di rumah-rumah. Apabila hal ini bisa dilaksanakan, maka akan mendukung tercapainya bauran energi terbarukan 23% di tahun 2025.

Potensi energi surya di Indonesia sangat besar yakni sekitar 4.8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp. Indonensia memanfaatkan baru sekitar 10 MWp. Untungnya, pemerintah telah mengeluarkan roadmap pemanfaatan energi surya yang menargetkan kapasitas PLTS terpasang hingga tahun 2025 mencapai sebesar 0.87 GW atau sekitar 50 MWp/tahun. Jumlah ini merupakan gambaran potensi pasar yang cukup besar dalam pengembangan energi surya pada masa datang.

Masyarakat seyogyanya jangan hanya berpikir untuk mendapatkan energi yang lebih hemat tapi juga berpikir bagaimana mendapatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan listrik surya atap memanfaatkan teknologi fotovoltaik dan sinar matahari untuk menghasilkan energi listrik pada rumah tangga/kantor/pabrik

Selain lebih ramah lingkungan dan mendukung program energi bersih dari energi terbarukan, panel itu juga menghemat biaya tagihan listrik. Daya yang dihasilkan dari PLTS Atap nantinya akan otomatis memotong tagihan listrik pengguna maksimal 65 persen dari total daya yang dihasilkan oleh PLTS Atap.

Harapan kami setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat mampu menjelaskan Konsep Perhitungan Keekonomian PLTS Atap Jangka Panjang (25 Tahun), Metoda Perhitungan, Simulasi Perhitungan, katanya.

Semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat dan dapat diimplementasi di rumah maupun di tempat tugas.

Selain layanan pelatihan dan sertifikasi, PPSDM KEBTKE juga memberikan layanan dalam bentuk bimbingan teknis, jasa audit energi dan jasa penunjang lainnya yang terkait dengan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.

Kami SIAP menjadi bagian dan Partner Terpercaya dalam pengembangan SDM Bidang Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.

PPSDM KEBTKE TANGGUH PENUH ENERGI!

kerja CEPAT, CERMAT, PRODUKTIF

Informasi pelatihan, sertifikasi, dan jasa umum:

Sdri. Rifka HP. 0877-5666-9028 / Sdr. Anggit HP. 0 852-8804-0600

Email: informasi.ppsdmkebtke@esdm.go.id

Web http: //diklat.ppsdmkebtke.esdm.go.id

(SA)


Penerbit : sri asih - 2020-06-04 13:38:06
© 2018 Esdm - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. All rights reserved.