PROSPEK KENDARAAN LISTRIK DI INDONESIA

" PROSPEK KENDARAAN LISTRIK DI INDONESIA "
sri asih

Rabu, 17 Juni 2020

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) mengadakan webinar bertajuk “Mobil Listrik: Harapan atau Ilusi?” melalui aplikasi Zoom, dan juga streaming melalui You Tube, dan Face Book PPSDM KEBTKE.

Webinar tersebut diikuti oleh 1124 orang peserta dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), badan usaha/industri, universitas, mahasiswa, hingga pelajar SMK. Selain itu masyarakat umum pun turut menyaksikannya secara live streaming di akun Youtube dan Facebook PPSDM KEBTKE.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM IGN Wiratmadja dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak tahun 2015 pemerintah terus mendorong regulasi tentang mobil listrik sehingga dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan, artinya sangat mendorong mobil listrik terrealisasi, tuturnya.

“Efek pertama Impor BBM langsung akan menurun, impor minyak rata-rata 800rb barrel perhari (50 dollar per barrel), sehari 40jt dollar, setahun 200 T dollar”.

“Efek kedua, pemerintah mengharapkan kota-kota bersih, oleh karena itu reseach harus terus dilakukan, menyiapkan SDM yang tentunya dapat ditanamkan pada anak-anak kita sejak dini”, imbuhnya.

Adapun narasumber yang mengisi webinar tersebut di antaranya adalah Iwa Garniwa (IT PLN) dan Gigih Udi Atmo (APERC RESEARCHER) Japan.

Pada paparan yang bertajuk “Teknologi, Keunggulan Dan Market Mobil Listrik di Indonesia”, Iwa menyampaikan bahwa menggunakan kendaraan listrik akan mendapat insentif berupa bea masuk atas importasi KBL berbasis baterai dalam keadaan terurai.

Merujuk Peraturan Presiden Perpres ) Nomor 55 Tahun 2019 Pasal 17 Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memberikan insentif untuk mempercepat program KBL Berbasis Baterai untuk transportasi jalan.

Mobil listrik sekarang ini akan sama dengan dengan mobil Berbahan Bakar Gas (BBG). Keinginan mobil BBG sudah muncul dari tahun 2000an awal, tetapi sampai sekarang belum terlihat adanya perkembangan yang signifikan dari wacana tersebut.

Untuk trasporatsi umum yang sudah memakai BBG seperti Transjakarta dan sebagian kendaraan umum roda tiga. Tetapi, itu masih dalam ruang lingkup kendaraan umum, belum meluas ke kendaraan pribadi yang biasa dipakai oleh masyarakat setiap harinya.

Beberapa permasalahannya produsen otomotif di indonesia, harga yang masih mahal dibandingkan mobil berbahan bakar minyak, kehandalan dan lifetime kendaraan listrik belum teruji, khususnya di indonesia ( iklim tropis), kesiapan infrastruktur yang ada saat ini belum menunjang untuk hal tersebut, SPKLU dulu atau kendaraan dulu, produksi mobil listrik pun masih sedikit.

Keuntungan menggunakan kendaraan listrik: Hemat biaya pengisian bahan bakar, Ramah lingkungan (tidak menghasilkan emisi), perawatan lebih mudah, bebas polusi suara (tidak bising).

Tantangan kendaraan listrik jarak terbatas dan membutuhkan ukuran batere yg berat dan besar, pengisian batere yang masih relative lama, harganya masih tinggi, umur batere, sosialisasi dan pemahaman masyarakat yang masih rendah, terhadap kendaraan listrik, integrasi terhadap grid.

Kendaraan Listrik Harapan atau Ilusi? jawabnya Kenyataan Yang Harus Dihadapi dan Dijawab Dengan Langkah Cerdas..!!

Sementara itu, Gigih dalam paparannya yang bertajuk “Program mobil listrik di Negara APEC serta dampaknya terhadap kebutuhan listrik” menyampaikan Permintaan listrik untuk transportasi jalan melonjak dari 49 TWh pada 2016 ke 805 TWh pada 2050 lebih dari total konsumsi listrik Korea pada tahun 2016, pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh Cina dan Amerika Serikat.

Indonesia termasuk pionir pendiri APEC pada tahun 1989 dan terdapat 21 negara (atau disebut dengan “economy” yang tergabung didalamnya).

BEV merupakan kendaraan bermotor yang hanya memiliki motor penggerak listrik dengan system penyimpanan energi baterai yang dapat diisi ulang sebagai sumber daya untuk kendaraan. Market Battery Electric Vehicle (BEV) itu sendiri mengalami peningkatan dari tahun 2010 hingga 2017, yaitu dari 0,11 juta menjadi 1,9 juta kendaraan listrik dalam 5 tahun.

Tiongkok adalah salah satu negara yang memiliki peningkatan pasar trebesar diantara anggota APEC lainnya, diikuti oleh Korea, dan New Zealand. Tiongkok memiliki visi menjadi negara produsen kendaraan tenaga listrik, termasuk seluruh kebutuhan kendaraan tersebut.

Untuk Jepang sendiri, perkembangan pasar BEV cenderung stabil karena mereka lebih memilih untuk mengembangkan program advance fuel cell atau hydrogen. Pasar EV di APEC mewakili bagian tertinggi dalam dunia karena kebijakan dukungan yang menguntungkan dan progresif.

Kemampuan manufaktur, ekonomi APEC dapat saling belajar dari yang efektif dukungan kebijakan untuk meningkatkan penggunaan EV. Pertimbangan siklus hidup EV lengkap adalah penting untuk mengatasi tantangan untuk EV dan baterai yang berkelanjutan dan terjangkau. Pengisian EV yang tidak diatur meningkatkan biaya dan emisi dari pembangkit listrik.

Dengan pertimbangan untuk memberikan arah, landasan, dan kepastian hukum dalam pelaksanaan percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk transportasi jalan, pemerintah memandang perlu pengaturan yang mendukung percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk transportasi jalan.

PPSDM KEBTKE akan kembali menghadirkan webinar bertajuk “Pengoperasian Pembangkit Listrik Berbasis Simulator” pada hari, Rabu (24/06/2020) mendatang. PPSDM KEBTKE siap melayani kebutuhan pengembangan sumber daya manusia bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi.

PPSDM KEBTKE TANGGUH PENUH ENERGI!

kerja CEPAT, CERMAT, PRODUKTIF

Informasi pelatihan, sertifikasi, dan jasa umum:

Sdr. Akhir Setiadi (HP.0856-4985-8447), Sdr. M. Zuhud Andrya (HP.0819-0770-3764), Sdr. Zulfa (HP.0823-7604-1564), Sdr. Nico Juni Ferson (HP. 0811-8123-490) Sdr. Hari Zana (HP.0812-8110-2149), Sdr. Anggit (HP. 0852-8804-0600)

Email: informasi.ppsdmkebtke@esdm.go.id

Web http: //diklat.ppsdmkebtke.esdm.go.id

(SA)


Penerbit : sri asih - 2020-06-17 18:39:35
© 2018 Esdm - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. All rights reserved.