MARKETING 4.0: MOVING FROM TRADITIONAL TO DIGITAL

" MARKETING 4.0: MOVING FROM TRADITIONAL TO DIGITAL "
sri asih
Rabu, 15 Juli 2020 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) mengadakan webinar bertajuk “Live Webinar Marketing 4.0: Moving From Traditional to Digital” melalui aplikasi Zoom, dan Live streaming You Tube, dan Face Book PPSDM KEBTKE. Webinar tersebut diikuti oleh 700 orang peserta dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), badan usaha/industri, universitas, mahasiswa, hingga pelajar SMK. Selain itu masyarakat umum pun turut menyaksikannya secara live streaming di akun Youtube dan Facebook PPSDM KEBTKE. Adapun narasumber yang mengisi webinar tersebut Iwan Setiawan Ceo, Mark Plus, Inc. Kepala PPSDM KEBTKE Laode Sulaeman menyampaikan bahwa webinar ini suatu pencerahan secara komprehensip terkait isu-isu marketing 4.0. “Marketing 4.0 ini penting kita pahami, karena di era digital ini inovasi dalam berbagai kegiatan termasuk marketing harus menjadi perhatian utama apabila suatu institusi ingin dapat bertahan tetap tegak dan tetap menjadi pemenang. “Oleh karena itu kami PPSDM KEBTKE selalu melakukan update dan upgarading pengetahuan, pemahaman dan implementasi berbagai instrumen yg akan menjadi penguatan daya tahan dan survival di era 4.0 ini, tuturnya. “Dewasa ini, dunia teknologi bergerak begitu cepat sehingga setiap perubahan mempercepat perubahan berikutnya, menjadi penting di lingkungan seperti itu untuk memiliki garis dasar dan titik referensi guna membantu menemukan jalan ke depan. “Pada paparan yang bertajuk “Marketing 4.0: Moving From Traditional to Digital”, Iwan menyampaikan bahwa yang disebut sebagai digital marketing itu berbeda dengan marketing digital, digital marketing berasumsi bahwa semua kegiatan pemasaran dilakukan secara digital padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu, sementara marketing di dunia digital artinya dunianya sudah digital tetapi marketingnya tidak 100% menggunakan media-media tersebut, paparnya. Dengan adanya covid-19 ini semua dilakukan melalui online, yang biasanya secara of line namun sejak pandemic semua dilakukan secara online. Aplikasi-aplikasi pendukung produktivitas seperti aplikasi rapat online seperti Zoom, Skype, dan sebagainya, semakin sering dimanfaatkan dalam proses kerja sehari-hari. Dalam 1 hari rata-rat 8 jam menggunakan smart phone, oleh karena itu sebagian besar orang mendapatkan informasi dengan cepat. “Salah satu pemicu terbesar masalah generation GAP adalah perbedaan cara komunikasi antara pekerja muda dengan pekerja dari generasi terdahulu. Gaya komunikasi gen X dan baby boomer cenderung lebih kaku dan formal. Sebaliknya, pekerja millennial dan Gen Z terbiasa dengan cara komunikasi yang casual, informal, dan santai. Di sini kita harus mulai bisa mengatasi generation GAP yang akan terjadi. “Perkembangan teknologi dalam kehidupan bermasyarakat telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam berbagai bidang kehidupan. Kemajuan di bidang teknologi ini semakin mempercepat terjadinya perubahan dalam cara bertukar informasi. Saat ini, informasi tersedia secara melimpah dan dapat diakses dengan mudah dan cepat melalui internet, dimana dan kapan saja. “Kesenjangan antara mereka yang mempunyai kemampuan dalam hal akses, dan pengetahuan dalam penggunaan teknologi modern, dengan mereka yang tidak berpeluang menikmati teknologi tersebut, digital divide juga dapat dikatakan sebagai kesenjangan antara mereka yang meggunakan teknologi dengan yang tidak. “Marketing 4.0 merupakan sebuah pendekatan pemasaran yang memadukan interaksi online dan offline yang terjadi antara perusahaan dan pelanggan. Di era ini, pemasaran tidak cukup kalau online saja. Perusahaan juga membutuhkan bentuk pemasaran offline untuk memastikan konsumen mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan berkembangnya dunia marketing, peluang dan strateginya pun semakin menantang, namun pemasaran di dunia marketing tidak selamanya digital, namun masih menggunakan marketing tradisional. Selain pemaparan materi, webinar tersebut pun menghadirkan sesi diskusi dan tanya jawab untuk para peserta. Sebanyak tiga penanya terbaik mendapatkan voucher pelatihan dari PPSDM KEBTKE. PPSDM KEBTKE akan kembali menghadirkan webinar bertajuk “Peranan Tata Udara dalam Pencegahan Penularan Covid-19” pada hari Rabu, 22 Juli 2020 mendatang. PPSDM KEBTKE siap melayani kebutuhan pengembangan sumber daya manusia bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi. "Kami "SIAP" menjadi bagian dan Partner Terpercaya dalam pengembangan SDM Bidang Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi" lanjutnya PPSDM KEBTKE Tangguh Penuh Energi !!! Kerja Cepat, Cermat, Produktif" tambahnya. Bagi anda yang berminat ikut pelatihan, sertifikasi, dan jasa umum. Silahkan hubungi: Sdr. Akhir Setiadi (HP.0856-4985-8447), Sdr. M. Zuhud Andrya (HP.0819-0770-3764), Sdr. Zulfa (HP.0823-7604-1564), Sdr. Nico Juni Ferson (HP. 0811-8123-490) Sdr. Hari Zana (HP.0812-8110-2149), Sdr. Anggit (HP. 0852-8804-0600) Email: informasi.ppsdmkebtke@esdm.go.id Web http: //diklat.ppsdmkebtke.esdm.go.id (SA)


Penerbit : sri asih - 2020-07-15 13:19:59
© 2018 Esdm - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. All rights reserved.