PELATIHAN IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RESIKO KEGIATAN PANAS BUMI (SISTEM DISTANCE LEARNING)

" PELATIHAN IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RESIKO KEGIATAN PANAS BUMI (SISTEM DISTANCE LEARNING) "
sri asih
Selasa, 21 Juli 2020 PPSDM KEBTKE menyelenggarakan pelatihan “Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko Kegiatan Panas Bumi (Sistem Distance Learning)” pada hari Senin, 21 Juli 2020, dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang yang terdiri Kementerian/Lembaga, Dinas ESDM, Perguruan Tinggi, Badan Usaha/Perusahaan. Adapun materi yang disampaikan Kegiatan Panas bumi, Identifikasi Bahaya Kegiatan Panas Bumi, Penilaian Risiko Bahaya Kegiatan Panas bumi, Pengendalian Bahaya Kegiatan Panas bumi, Praktek Penyusunan IBPR Kegiatan Panas bumi, sebagai pengajar Agus Yulianto S.T., M.KKK. Widyaiswara PPSDM KEBTKE. “Laode Sulaeman Kepala PPSDM KEBTKE menyampaikan bahwa panas bumi adalah salah satu sumber kekayaan alam yang merupakan andalan, memiliki cadangan yang potensinya cukup besar, namun pemanfaatannya hingga saat ini belum maksimal, kalau melihat hitungan angka dari Ditjen EBTKE baru mendekati 10% masih kecil sekali, jelasnya. “Oleh karena itu berbagai upaya kegiatan ekplorasi besar-besaran telah dilakukan untuk bisa mengoptimalkan sumber daya panas bumi, pada tahun 2020 pemerintah telah menganggarkan khusus agar kegiatan ekplorasi panas bumi dapat diperluas lagi. “Ia juga menyampaikan bahwa lapangan-lapangan panas bumi di Indonesia memiliki karakter yang unik, karakteristik tersebut tentunya memperkaya hazanah kita dalam mempelajari panas bumi, oleh karena itu PPSDM KEBTKE di tahun 2020 mencoba menggagas gapaian Gethermal Center of Excelen, suatu jejaring yang tujuannya membuat suatu kerjasama antara seluruh stake holder panas bumi yang nantinya akan membentuk suatu komunitas dimana Indonesia akan menjadi salah satu kiblat dari geothermal dunia. “Disisi lain kita juga sedang berupaya agar nantinya bisa memanfaatkan panas bumi untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendorong industri, tidak hanya pemanfaatannya untuk pembangkit tapi juga untuk pemanfaatan langsung, misalnya untuk pemanasan produk-produk pertanian dan lain-lain, imbuhnya. “Panas Bumi nantinya akan menjadi salah satu kontributor dalam bauran energ nasional kita, agar pemanfaatan EBT dalam bauran energy dapat mencapai 23% pada tahun 2025 tentu didalamnya ada komponen dari geothermal atau panas bumi itu sendiri. “Laode berharap setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan ini peserta dapat memahami kegiatan-kegiatan panas bumi, identifikasi bahaya panas bumi, penilaian risiko bahaya panas bumi, pengendalian bahaya panas bumi, dan penyusunan IBPR panas bumi, serta ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat di tempat tugas masing-masing, imbuhnya. PPSDM KEBTKE berkomitmen dan mendukung, pada zona Integritas untuk menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Melalui “GOOD GOVERNANVE AND CLEAN GOVERNMENT”, ragam upaya peningkatan layanan dilaksanakan di semua lini. Selain layanan pelatihan dan sertifikasi, PPSDM KEBTKE juga memberikan layanan dalam bentuk bimbingan teknis, jasa audit energi dan jasa penunjang lainnya yang terkait dengan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. "Kami "SIAP" menjadi bagian dan Partner Terpercaya dalam pengembangan SDM Bidang Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi" lanjutnya. "PPSDM KEBTKE Tangguh Penuh Energi !!! Kerja Cepat, Cermat, Produktif" tambahnya. Bagi anda yang berminat ikut pelatihan, sertifikasi, dan jasa umum. Silahkan hubungi: Sdr. Akhir Setiadi (HP.0856-4985-8447), Sdr. M. Zuhud Andrya (HP.0819-0770-3764), Sdr. Zulfa (HP.0823-7604-1564), Sdr. Nico Juni Ferson (HP. 0811-8123-490) Sdr. Hari Zana (HP.0812-8110-2149), Sdr. Anggit (HP. 0852-8804-0600) Email: informasi.ppsdmkebtke@esdm.go.id Web http: //diklat.ppsdmkebtke.esdm.go.id (SA)


Penerbit : sri asih - 2020-07-21 11:31:36
© 2018 Esdm - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. All rights reserved.