PELUANG DAN TANTANGAN KERJASAMA INTERNASIONAL UNTUK PENGUATAN KAPASITAS SDM

" PELUANG DAN TANTANGAN KERJASAMA INTERNASIONAL UNTUK PENGUATAN KAPASITAS SDM "
sri asih
Jum’at, 18 September 2020 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) mengadakan Live Knowledge Sharing Untuk BPSDM ESDM dengan Tema “Peluang Dan Tantangan Kerjasama Internasional Untuk Penguatan Kapasitas SDM” melalui aplikasi Zoom. Adapun, pembicara yang hadir dalam acara webinar kali ini, di antaranya Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, Phd, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral BPSDM ESDM, Yudo Dwinanda Priadi, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). “Kepala BPSDM ESDM yang akrab dipanggil Prahoro menyampaikan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo telah menyampaikan dalam visi pembangunan untuk Negara kita ini salah satunya adalah memberikan prioritas pembangunan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan dan Pengembangan SDM menjadi kunci Indonesia kedepan. Kita bersyukur pada saat ini kita sedang berada dalam sistem atau lingkungan kerja yang output/keluarannya adalah mencetak SDM yang berkompeten sesuai bidangnya yaitu bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Khususnya, jelasnya. “SDM harus dilihat sebagai aset (human capital) dibandingkan sekedar sumber daya (human resource). Adanya perbedaan paradigma antara human resource dengan human capital. Dalam konsep human capital, manusia harus didorong dan dipupuk untuk tumbuh dengan tujuan meningkatkan nilainya setinggi mungkin, tuturnya. “Kita tidak bisa bekerja sendirian dan butuh stakeholder serta investor BPSDM dan Unit-unit di lingkungan BPSDM ESDM telah menjalin Kerjasama Internasional dengan negara-negara maju khususnya dalam bidang pengembangan SDM ESDM. Hal tersebut telah terjalin sekian lamanya dan kita sudah melihat hasilnya saat ini. Namun kita juga harus mengetahui seperti apa Peluang dan Tantangan Pengembangan SDM dari Sudut Pandang Kesepakatan Internasional, karena peningkatan value SDM Indonesia akan menjadi salah satu kunci utama bagi Indonesia untuk terlibat dalam perubahan dunia. Indonesia membutuhkan SDM yang berkualitas, unggul dan maju untuk menjawab tantangan pemenuhan energi masa depan. So, this is your time to be involved…!, tutupnya. “Sementara itu, Yudo Dwinanda Priadi, menyampaikan Indonesia aktif mendorong terselenggaranya kerjasama internasional, Fokus kerjasama internasional antara lain pada kesamaan arah atau pada peluang ekonomi bersama. “KESDM meminta pengakuan tenaga kerja di sektor ESDM ke Australia. Australia akan mengakui tenaga kerja insinyur profesional melalui mekanisme APEC. Selain itu Australia akan membantu Indonesia untuk mendapatkan pengakuan Washington Accord provisional status, yaitu standar untuk sekolah insinyur yang diakui secara internasional melalui Side Letter on Mutual Recognation of Professional Engineering. “The Washington Accord (WA) adalah konvensi atau perjanjian internasional, yang ditandatangani sejak tahun 1989, antara lembaga/badan/institusi pelaksana akreditasi program pendidikan tinggi keinsiyuran (keteknikan) di negara-negara anggotanya. Selain itu WA merupakan standar pendidikan tinggi teknik Internasional yang paling banyak diakui di dunia dan menjadi platform lembaga akreditasi pendidikan tinggi teknik di berbagai negara maju seperti USA, UK, Jepang, Australia, dan Korea Selatan. “Peluang Kerjasama Kediklatan dalam Indonesia-EU CEPA: Mutual Recognition of Professional Qualification: Menjamin transparansi standar/kriteria kualifikasi professional, termasuk informasi appropriate regulatory/body yang ada baik di Indonesia maupun EU, Memberikan mandat pembentukan komite yang akan membahas isu-isu terkait professional services, termasuk “mutual interest relating to the supply of professional services”. “Economic Cooperation and Capacity Building (ECCB): Menjamin manfaat maksimum dari IEU CEPA, Melalui pengembangan kapasitas dan fasilitas perdagangan yang dapat mengoptimalkan akses pasar, “Di sini kita menemukan dua konsep yang saling bertentangan yang harus kita pegang saat ini, yaitu gagasan solidaritas nasional dan gagasan kerjasama internasional (Gustav Stresemann), mengingat sifat dan besarnya tantangan, aksi nasional saja tidak cukup, tidak ada negara yang dapat mengatasi tantangan ini sendiri. Tidak ada wilayah yang dapat melindungi dirinya dari perubahan iklim ini, itulah mengapa kita perlu menghadapi perubahan iklim dalam kerangka global, yang menjamin kerja sama internasional tingkat tinggi (Ban Kimoon), tutupnya. PPSDM KEBTKE berkomitmen dan mendukung, pada zona Integritas untuk menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Melalui “GOOD GOVERNANVE AND CLEAN GOVERNMENT”, ragam upaya peningkatan layanan dilaksanakan di semua lini. PPSDM KEBTKE siap melayani kebutuhan pengembangan sumber daya manusia bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi. PPSDM KEBTKE TANGGUH PENUH ENERGI! kerja CEPAT, CERMAT, PRODUKTIF Informasi pelatihan, sertifikasi, dan jasa umum: Sdr. Akhir Setiadi (HP.0856-4985-8447), Sdr. M. Zuhud Andrya (HP.0819-0770-3764), Sdr. Zulfa (HP.0823-7604-1564), Sdr. Nico Juni Ferson (HP. 0811-8123-490) Sdr. Hari Zana (HP.0812-8110-2149), Sdr. Anggit (HP. 0852-8804-0600) Email: informasi.ppsdmkebtke@esdm.go.id Web http: //diklat.ppsdmkebtke.esdm.go.id (SA)


Penerbit : sri asih - 2020-09-18 19:23:40
© 2018 Esdm - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. All rights reserved.