REVIEW KARYA TULIS ILMIAH WIDYAISWARA PPSDM KEBTKE

" REVIEW KARYA TULIS ILMIAH WIDYAISWARA PPSDM KEBTKE "
sri asih

Dalam rangka penguatan kapasitas Widyaiswara, PPSDM KEBTKE menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang telah disusun oleh Widyaiswara PPSDM KEBTKE, bertempat di Yogyakarta. FGD Karya Tulis Ilmiah bagi Widyaiswara PPSDM KEBTKE adalah langkah penting menyiapkan institusi menuju skala regional dan internasional. Dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian ESDM, dan menghadirkan 4 orang pakar sebagai Reviewer (LAN, LIPI, UI dan Ditjen EBTKE).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Energi dan Sumber Daya Mineral Prahoro Yulijanto Nurtjahyo dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa sebagai salah satu elemen penting dalam penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai Negeri Sipil (PNS), Widyaiswara sebagai pejabat fungsional yang mempunyai tugas dan tanggung jawab mendidik, mengajar, dan melatih PNS pada lembaga Diklat pemerintah harus mampu meningkatkan kualitas bidang profesinya di ranah akademik secara berkesinambungan. Beliau pun menyampaikan kepada para Widyaiswara, "Salah satu misi penting dalam mencapai visi besar adalah -memulai- dan -terus bergerak-", jelas Beliau.

Dalam kebijakan mengenai Jabatan Fungsional Widyaiswara, ditegaskan bahwa salah satu upaya untuk mengembangkan profesionalisme Widyaiswara adalah melalui butir kegiatan penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Pengembangan profesi melalui penyusunan KTI dapat mendorong para Widyaiswara untuk memperkaya wawasan dan memperdalam penguasaan bidang studi yang ditekuni dalam memantapkan spesialisasinya, jelasnya.

Karya Tulis Ilmiah juga merupakan indikator penguasaan kompetensi profesional Widyaiswara sekaligus media atau sarana komunikasi bagi Widyaiswara dalam menuangkan gagasan dan pengetahuannya dalam rangka mengembangkan bahan ajar dan dan menjamin efektifitas proses pembelajaran, ungkapnya.

Untuk membuat KTI, seorang Widyaiswara harus mematuhi prosedur dan metoda ilmiah serta kaidah tata tulis yang lazim berlaku dalam komunitas ilmiah agar pembaca KTI dapat memahami secara tepat jalan pikiran dan kandungan materi yang termuat dalam KTI Widyaiswara yang bersangkutan.

Prahoro mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi kepada 14 (empat belas) orang Widyaiswara PPSDM KEBTKE yang telah berupaya terus meningkatkan kapasitasnya melalui penyusunan KTI, semoga ini menjadi budaya yang baik dalam mewujudkan SDM Profesional dan berkarakter”, tuturnya.

“Saya ingin ada review atau kompetensi pada Widyaiswara terutama dalam proses mengajar, untuk menjaga kualitas dan meningkatkan mutu pengajar kita, karena mengajar itu fashion dan harus ada feedback, kalau fedbacknya hanya dari murid saja biasanya murid takut memberikan penilaian yang jelek, sehingga memberikan nilai yang bagus-bagus saja supaya lulus, apalagi sekarang belajarnya daring jadi akan mudah untuk meriviewnya”, tutupnya

PPSDM KEBTKE berkomitmen dan mendukung, pada zona Integritas untuk menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Melalui “GOOD GOVERNANCE AND CLEAN GOVERNMENT”, ragam upaya peningkatan layanan dilaksanakan di semua lini.

PPSDM KEBTKE siap melayani kebutuhan pengembangan sumber daya manusia bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi.

PPSDM KEBTKE TANGGUH PENUH ENERGI!

kerja CEPAT, CERMAT, PRODUKTIF

(SA)


Penerbit : sri asih - 2020-12-15 17:52:20
© 2018 Esdm - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. All rights reserved.