PPSDM KEBTKE Gandeng OECD CEFIM, OJK, dan Praktisi, Gelar Webinar Clean Energy Finance and Investment

PPSDM KEBTKE Gandeng OECD CEFIM, OJK, dan Praktisi, Gelar Webinar Clean Energy Finance and Investment

PPSDM KEBTKE Gandeng OECD CEFIM, OJK, dan Praktisi, Gelar Webinar Clean Energy Finance and Investment

 

PPSDM KEBTKE sukses menyelenggarakan Webinar bertopik “Clean Energy Finance and Investment in Indonesia” pada 26 Juli 2023. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta yang antusias mengikuti webinar. Hadir sebagai pembicara yaitu Geraldine Ang - OECD CEFIM Team Leader, Jarot Suroyo - Deputi Direktur Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi, Direktur Konservasi Energi yang diwakili oleh  Qatro Romandhi, serta Singgih Widyanto Mukti selaku Praktisi Project Developer.

 

PPSDM KEBTKE berharap dapat  memberikan informasi kepada masyarakat luas terkait peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai pendanaan dan investasi untuk energi bersih (Clean Energy Finance dan Investment) untuk mencapai target NZE pada tahun 2060 atau lebih cepat.

 

Webinar ini ditujukan antara lain untuk memberikan pemahaman kepada peserta webinar terkait pendanaan dan investasi untuk energi bersih, mewujudkan proses transisi energi dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan penggunaan dan produksi energi bersih dan implementasi teknologi efisiensi energi, hingga diharapkan dapat mampu meningkatkan portofolio pembiayaan atau investasi yang termasuk didalam para peserta dari lembaga jasa keuangan.

 

“Pemerintah terus berkomitmen untuk mempercepat pencapaian Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat. Indonesia telah menargetkan pencapaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen di tahun 2025.  Selanjutnya, pada RUPTL 2021-2030 terdapat tambahan target sebesar 20,92 GW dari kapasitas energi baru dan terbarukan atau sekitar 51,6 persen dari total kapasitas tambahan pada periode 2021 s.d. 2030. Target-target tersebut, terus bertambah, meskipun pertumbuhan perekonomian dunia dan Indonesia telah terkoreksi akibat krisis ekonomi dan politik sepanjang tahun 2020 hingga 2022. Hal ini merupakan langkah yang perlu segera dilakukan oleh berbagai pihak untuk menghindari dampak buruk akibat perubahan iklim,” ungkap Kepala PPSDM KEBTKE Ir. A. Susetyo Edi Prabowo, M.Si. saat mewakili Kepala BPSDM ESDM.

 

Akan tetapi, terdapat pencapaian yang belum optimal dari target-target tersebut.  Berbagai tantangan dihadapi para pebisnis di sektor energi terbarukan dan efisiensi energi, antara lain rendahnya performa finansial, rendahnya ketercapaian proyek, rendahnya pengetahuan dan pengalaman pendanaan proyek efisiensi energi, juga masih minimnya pengetahuan dan pengalaman dengan pendanaan proyek efisiensi energi di antara institusi keuangan, serta terdapat kendala dalam mekanisme financing.

 

Pengetahuan dan pengalaman dengan pendanaan proyek energi efisiensi di antara instutasi keuangan masih sangat terbatas, dan mekanisme financing juga masih menemui kendala terpenuhinya persyaratan untuk proyek efisiensi energi. Selain itu, ESCOs (Energy Service Companies) juga mengalami tantangan untuk berkembang dalam menyesuaikan regulasi yang ada.

 

Untuk mengatasi tantangan dari pendanaan dan investasi energi bersih (CEFI – Clean Energy Finance and Investment), sangat penting untuk untuk project developers di bidang energi bersih juga termasuk di dalamnya para agen pemerintah  untuk dapat mendukung pengembangan renewable energy dan energi efisiensi untuk meningkatkan pemahaman mereka di pasar keuangan. Di saat yang bersamaan, institusi keuangan juga perlu meningkatkan pemahaman mereka di sektor industri energi terbarukan dan  efisiensi energi untuk mendukung transisi energi bersih dan mendorong Indonesia unntuk mencapai tujuan keuangan yang berkelanjutan (sustainable finance objectives). Hal Ini termasuk bekerja dengan pemerintah dan industri untuk membangun mekanisme keuangan yang sesuai dan kendaraan untuk meningkatkan pendanaaan untuk proyek clean energy.

 

PPSDM KEBTKE memiliki visi dalam menyiapkan SDM Indonesia di sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi.    Pada kesempatan tersebut, para peserta webinar menunjukan animo yang sangat tinggi dengan memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh project developer, institusi keuangan, OECD, OJK, dan juga dari pihak Kementerian ESDM sendiri.

 

PPSDM KEBTKE memberikan pelayanan publik melalui pelatihan dan sertifikasi untuk aparatur, masyarakat umum, juga pengelola industri di sektor Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan (EBT),  Konservasi Energi (KE), serta memberikan jasa konsultansi dan audit energi pada industri/bangunan gedung, kerjasama penyewaan dan penyelenggaraan aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

 

PPSDM KEBTKE TANGGUH PENUH ENERGI!

kerja CEPAT, CERMAT, PRODUKTIF

Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK)

 

Informasi pelatihan, sertifikasi, dan jasa umum:

Sdr. Nico Juni Ferson (HP. 0811-8123-490)

Sdr. Budi (HP. 813-8553-6686),

Sdr. Hari Zana (HP.0812-8110-2149),

Sdr. Anggit (HP. 0852-8804-0600)

 

PPSDM KEBTKE Kementerian ESDM RI

Jl. Raya Poncol No.39 Ciracas Jakarta Timur, 13740

Telp. (021) 8729101

Web https://ppsdmkebtke.esdm.go.id/

Email: informasi.ppsdmkebtke@esdm.go.id

Instagram: @ppsdmkebtke

Twitter: @ppsdmkebtke

Facebook: PPSDM KEBTKE KESDM

Youtube: PPSDM KEBTKE KESDM

(SA)