PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Teknis Analisis Finansial Dan Ekonomi Investasi Proyek PLTS Bagi ASN

PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Teknis Analisis Finansial Dan Ekonomi Investasi Proyek PLTS Bagi ASN

PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Teknis Analisis Finansial Dan Ekonomi Investasi Proyek PLTS Bagi ASN

 

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Ikuti Pelatihan Teknis Analisis Finansial Dan Ekonomi Investasi Proyek PLTS yang diselenggarakan pada tanggal 21 s.d 23 November 2023 secara online melalui aplikasi Zoom, diikuti sebanyak 27 (dua puluh tujuh) orang peserta dari ASN dilinngkungan KESDM.

 

Pelatihan ini bertujuan agar ASN mampu memahami Regulasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Sistem dan Komponen PLTS Terpusat, Sistem dan Komponen PLTS Atap, Sistem dan Komponen PLTS Terapung, Sistem dan Komponen PJUTS, Dasar Analisis Finansial dan Ekonomi Investasi Proyek, Aspek-Aspek Penentu Kelayakan Investasi Proyek PLTS, Simulasi Analisa Finansial dan Ekonomi Investasi Proyek PLTS . Hadir sebagai narasumber kali ini Raden Waluyo Jati Soemowidagdo, S.T., M.T. Widyaiswara dari PPSDM KEBTKE, dan DR. Ir. Hanny J. Berchmans, M.T., M.Sc. dari SINAR USAID.

Pemateri Raden Waluyo Jati Soemowidagdo menyampaikan materi terkait Regulasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, berdasarkan RUEN target pengembangan kapasitas PLTS hingga 6.5 GW pada tahun 2025. “Strategi yang perlu dilakukan untuk mencapai target tersebut antara lain memberlakukan kewajiban pemanfaatn sel surya minimum sebesar 30 % dari luas atap dari seluruh bangunan pemerintah, memberlakukan kewajiban  pemanfaatan sel surya minimum sebesar 25% dari luas atap bangunan rumah mewah, kompleks perumahan, apartemen, kompleks melalui izin mendirikan bangunan,” kata Waluyo.

 

Program KESDM terkait PLTS atap yaitu PTS atap di gedung-gedung lingkungan KESDM melalaui surat edaran Menteri, pembangunan PLTS atap di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Istana Wapres, dan kantor Setneg (2018):1,3 MW, pembangunan PLTS atap di Mabes TNI Jakarta (2018):520 kWp, pembangunan PLTS atap di Pesantren (2019):180 kWp, pembangunan PLTS atap di Pos Pengamatan Gunung Api (2019):43,55, pembaungan PLTS atap di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah melalui surat imbauan PLTS atap, fasilitas FS DED bagi Kemenkeu, KLHK, dan Kemenko Maritim.

 

Dalam Permen ESDM  Nomor 26 Tahun 2021 membahas mengenai yaitu: (a). Ketentuan ekspor kWh listrik ditingkatkan dari 65 persen menjadi 100 persen; (b) Kelebihan akumulasi selisih tagihan dinihilkan, diperpanjang dari 3 bulan menjadi 6 bulan, (c) Jangka waktu permohonan PLTS Atap menjadi lebih singkat (5 hari tanpa penyesuaian Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dan 12 hari dengan adanya penyesuaian PJBL),  (d) mekanisme pelayanan berbasis aplikasi untuk kemudahan penyampaian permohonan, pelaporan, dan pengawasan program PLTS Atap, (f) Dibukanya peluang perdagangan karbon dari PLTS Atap, (g) Tersedianya Pusat Pengaduan PLTS Atap untuk menerima pengaduan dari pelanggan PLTS Atap atau Pemegang IUPTLU, dan (h) Perluasan pengaturan tidak hanya untuk pelanggan PLN saja tetapi juga termasuk pelanggan di Wilayah Usaha non-PLN (Pemegang IUPTLU)

Pada materi Dasar Analisis Finansial Dan Ekonomi Investasi Proyek Hanny J. Berchmans menyampaikan bahwa Kualitas Basic Design & Planning yg baik menentukan tingkat kelayakan finansial, ekonomi, dan lingkungan dari proposal bisnis. Project Management dan Kontraktor yang berkualitas menentukan suskes tidaknya tahap konstruksi.  Kualitas basic design dan planning yang baik menentukan tingkat kelayakan finansial, ekonomi, dan lingkungan dari proposal bisnis, dan project management dan kontraktor yang berkualitas menentukan suskes tidaknya tahap konstruksi.

 

Tahapan dalam analisis kelayakan pembiayaan proyek pembangkit energi listrik komersial yaitu Kelayakan Analisis Energi Primer, Kelayakan Teknologi: Pemilihan Teknologi, Kelayakan Kapasitas Pembangkit, Kelayakan Desain: Desain Dasar, Hitung Rugi-rugi Energi dan Produksi Energi, Kelayakan Investasi: Rancangan Anggaran Biaya (CAPEX + OPEX) dan Buat Simulasi Analisis Kelayakan Finansial & Analisis Sensitivitas.

 

Tahapan analisis kelayakan finansial proyek PLTS PV komersial: Berikan Akurat Input Data untuk model Analisis Finansial, Berikan Akurat Asumsi Makro Ekonomi dan Asumsi Finansial, Kembangkan model Analisis Finansial yang benar dngan Excel, Evaluasi Kewajaran Output model Analisis Finansial, Lakukan Analisis Sensitivitas dengan menggunakan beberapa skenario, misalnya: Perubahan CAPEX terhadap IRR &NPV.

 

Balance Sheet (Neraca) dan laporan Income Statement (laba rugi) memberikan informasi penting mengenai kinerja keuangan dan kesehatan bisnis. Laporan Income Statement (laba rugi) menilai keuntungan atau kerugian bisnis selama periode waktu tertentu, sedangkan Balance Sheet (Neraca) menunjukkan posisi keuangan bisnis pada titik waktu tertentu.(ZP)